Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Dualisme Kepemimpinan Picu Konflik di Kampus ISTP TD Pardede, Rektor Sah Pertanyakan Legalitas “Rektor Tandingan”

05 Mei 2026 Last Updated 2026-05-05T09:15:34Z

Foto: Ahmad Subhan, S.E (Kepala Bagian Umum) dan Rika Devi Nasution (Ketua Tim Kelembagaan dan Kerja Sama), saat menerima Audiensi Rektor Kampus ISTP TD Pardede yang Sah bersama Wakil Rektor, Dosen dan Mahasiswa

MEDAN, gianTnusantaranews.com – Proses belajar mengajar di Kampus Institut Sains dan Teknologi TD Pardede yang sebelumnya berjalan normal, kini terganggu akibat munculnya dualisme kepemimpinan. Di bawah kepemimpinan Rektor Ir. Semangat MT Debata Raja, ST., MT., IPU ASEAN Eng, situasi kampus berubah tidak kondusif setelah hadirnya sosok rektor tandingan yang disebut tidak melalui mekanisme resmi.

Sosok yang dimaksud adalah Pj. DR. Janter Napitupulu, MT., IPU ASEAN Eng. Kehadirannya memicu konflik internal yang meluas, tidak hanya di level pimpinan, tetapi juga merembet ke dosen, tenaga kependidikan, hingga mahasiswa.

Ketegangan ini mencapai titik krusial saat digelar audiensi pada Senin (4/5/2026) di Aula Kantor LLDikti, Jalan Sempurna, Tanjung Sari. Pertemuan tersebut mempertemukan Rektor yang mengklaim sah, Ir. Semangat MT Debata Raja, dengan perwakilan LLDikti, yakni Ahmad Subhan, S.E (Kepala Bagian Umum) dan Rika Devi Nasution (Ketua Tim Kelembagaan dan Kerja Sama).

Dalam forum tersebut, Semangat MT Debata Raja secara tegas mempertanyakan dasar hukum penunjukan rektor tandingan.

“Jika saya dinyatakan tidak sah, mana surat keputusan resmi yang menggantikan Surat Edaran Nomor 1002/LLI/KL.01.01/2025? Dalam dokumen itu, saya masih tercatat sebagai rektor yang sah, diperkuat dengan SK Yayasan Perguruan Darma Agung Nomor 013/SK/B/YPDA/II/2022,” tegasnya.

Tak hanya soal legalitas jabatan, persoalan lain yang mencuat adalah dugaan ketidaktransparanan dalam pengelolaan dana KIP Kuliah. Rektor mempertanyakan pencairan dana bantuan mahasiswa yang berjalan, sementara alokasi untuk operasional kampus, termasuk gaji pegawai, disebut tidak disalurkan tanpa penjelasan.

Wakil Rektor I, Torang P. Simanjuntak, SE., MM, turut menyoroti kejanggalan dalam pengelolaan data mahasiswa.

“Bagaimana data mahasiswa bisa keluar, sementara kami tidak pernah memberikan data tersebut kepada pihak mana pun? Ini persoalan serius,” ujarnya.

Namun, dalam audiensi tersebut, pihak LLDikti melalui Kabag Dikti disebut tidak mampu memberikan jawaban yang memuaskan terkait hal tersebut.

Pertemuan inipun terpaksa atau mau tidak mau terjadi dikarenakan Pihak Rektor, Wakil Rektor, Dosen dan Mahasiswa sudah datang langsung ketempat ini, kata Ahmad

Sementara itu, Wakil Rektor II, Novia Ruth Silaen, SE., MM, dan Wakil Rektor III, Jeremia Siregar, S.Kom., M.Kom, menekankan pentingnya transparansi dan kejelasan dalam tata kelola kelembagaan guna menghindari konflik berkepanjangan.

Situasi ini menimbulkan kekhawatiran akan terganggunya stabilitas akademik di kampus tersebut. Dualisme kepemimpinan dinilai tidak hanya merusak tata kelola institusi, tetapi juga berpotensi merugikan mahasiswa sebagai pihak yang paling terdampak.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak terkait mengenai keabsahan penunjukan rektor tandingan maupun solusi konkret atas konflik yang tengah berlangsung.





gpt/gianTnusantaranews.com
×
Berita Terbaru Update