![]() |
| Foto: Ilustrasi Panik Buying BBM di Sumbagut |
MEDAN, gianTnusantaranews.com – Fenomena Panic Buying bahan bakar minyak (BBM) dilaporkan terjadi di wilayah Sumatera Bagian Utara (Sumbagut). Berdasarkan pantauan awak media di lapangan, antrean panjang kendaraan terlihat di sejumlah SPBU dalam beberapa waktu terakhir.
Menariknya, kondisi tersebut disebut hanya terjadi di wilayah operasional Marketing Operation Region (MOR) I PT Pertamina Patra Niaga, sementara daerah lain relatif terkendali.
Sumber dari tim media menyebutkan bahwa situasi ini memunculkan tanda tanya besar terhadap kinerja manajemen setempat. Executive General Manager (EGM) Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Sunardi, dinilai belum mampu mengantisipasi lonjakan permintaan yang memicu kepanikan masyarakat.
“Yang terlihat panik buying itu hanya di MOR I. Wilayah lain tidak mengalami hal serupa. Ini menunjukkan ada persoalan dalam pengelolaan distribusi,” ujar sumber tersebut.
Selain itu, manajemen dinilai tidak sigap dalam membaca kondisi lapangan dan mengendalikan distribusi BBM. Bahkan, disebutkan adanya kelemahan dalam koordinasi internal, termasuk dalam pengambilan keputusan strategis.
Situasi ini mendorong desakan kepada Direktur PT Pertamina (Persero) untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja jajaran Pertamina Patra Niaga di wilayah Sumbagut.
Evaluasi tersebut diharapkan sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya pelayanan publik yang optimal, termasuk dalam menjaga stabilitas pasokan energi bagi masyarakat.
“Ini harus menjadi perhatian serius. Jangan sampai distribusi BBM justru menimbulkan keresahan publik akibat lemahnya manajemen,” lanjut sumber tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut terkait kondisi tersebut.
gpt/gianTnusantaranews.com
