![]() |
| Foto: ilustrasi Permainan Gelap LPG 3 Kg di Tapanuli |
TAPANULI UTARA, gianTnusantaranews.com - Kelangkaan gas LPG 3 Kg masih dikeluhkan masyarakat di wilayah Tapanuli. Kondisi ini diduga berkaitan dengan aktivitas tidak wajar yang masih dilakukan oleh salah satu agen distribusi, PT Tapanuli Jaya Gas, yang disinyalir masih menyalurkan gas subsidi tidak tepat sasaran namun sepertinya pihak Pertamina tutup mata akan hal ini.
Berdasarkan pantauan tim media gianTnusantaranews yang beberapa bulan lalu melihat aktivitas bongkar muat tabung LPG 3 kg dari truk agen ke sebuah mobil pickup yang tidak diketahui secara pasti kepemilikan nya diduga masih terus berjalan dan Pertamina masih tidak menindak tegas agen distribusi PT Tapanuli Jaya Gas.
Dugaan praktik ini memunculkan kecurigaan kembali akan adanya penyaluran LPG 3 kg ke agen atau pengecer gelap, karena masyarakat mulai merasa kelangkaan.
Salah seorang warga yang tinggal tidak jauh dari Bandara Silangit, yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan, mengaku kesulitan mendapatkan gas subsidi tersebut.
“Di sekitar sini sangat sulit mendapatkan LPG 3 kg. Kalau pun ada di warung, harganya sudah mahal,” ujarnya kepada tim gianTnusantaranews.
Masyarakat berharap Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) dapat segera turun tangan dan melakukan pengawasan ketat terhadap distribusi LPG bersubsidi di wilayah Tapanuli.
Penindakan tegas dinilai penting agar penyaluran gas LPG 3 kg benar-benar sampai kepada masyarakat yang berhak, terutama kalangan ekonomi menengah ke bawah.
Jika dugaan penyimpangan distribusi ini terus dibiarkan, dikhawatirkan kelangkaan LPG subsidi akan semakin meluas dan semakin membebani masyarakat kecil yang sangat bergantung pada energi bersubsidi tersebut.
gpt/gianTnusantaranews.com
